Membaca Dalam Hujan

Seorang perempuan duduk sendiri. Ia seperti beku di atas kursi plastik merah, di bawah terang lampu 5 watt yang menempel pada atap luar sebuah  rumah. Perhatiannya terfokus pada sebuah buku yang terbuka di tangan kanannya.

Di depan perempuan itu terparkir sebuah gerobak bertuliskan Baso Tahu-Somay. Gerobak yang terang dengan neon. Di dalamnya, asap tipis mengepul dari panci putih yg duduk di atas kompor gas berapi kecil berwarna  biru persib.

Waktu itu jam tujuh tiga puluh, malam. Hujan turun merincik. Berpayung, Aku menghampiri gerobak yang nongkrong di pinggir gang itu. “beli satu, teh”. “apa aja?”, tanya si teteh. Saya pun menyebut kentang, kol, somay, dan tahu.

Sementara si teteh menyiapkan pesanan saya, kurang dari satu meter dari tempatnya berdiri, sebuah buku menelungkup di atas kursi plastik merah. Sebuah buku berkulit merah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s