Psikologi untuk Membaca Pikiran dan Pembuatan Film Animasi

Mungkin hanya sedikit orang yang tahu bahwa para animator di Pixar dan Dreamworks menerapkan temuan di bidang psikologi dalam mengembangkan film animasi yang mereka garap. Film Toy Story dan Shrek adalah contohnya. Informasi tentang hal tersebut di antaranya bisa kita temukan di buku Malcolm Gladwell, Blink.

Temuan di bidang psikologi yang dimaksud adalah Facial Action Coding System atau FACS. FACS merupakan sebuah rangkuman kombinasi gerak wajah berikut aturan-aturan untuk membaca dan menafsirkannya. Sistem ini disusun oleh pakar psikologi Profesor Paul Ekman dan mitranya, Wallace Friesen. Profesor Ekman dan rekannya meneliti anatomi, gerak, dan ekspresi wajah selama bertahun-tahun. Hasil penelitiannya itulah yang disusun menjadi FACS.

Dalam keseharian, kita mungkin bisa membaca  bagaimana mata orang yang sedang ketakutan dan bedanya dengan mata orang yang sedang senang. Kita juga bisa mendeteksi apakah senyum seseorang pada kita tulus, terpaksa, atau sinis. Nah, FACS jauh lebih lengkap dan detil dari pembacaan wajah seperti itu.

FACS, misalnya, merinci tentang semua gerak yang dilakukan bibir: memanjang, memendek, menyempit, melebar, mengempis, menonjol, mengencang, dan meregang. FACS menjelaskan arti setiap gerak bibir itu berikut kombinasinya dengan gerakan bagian wajah lain.

Dalam Blink, Gladwell memasukan pembahasan tentang FACS dalam bab yang berjudul Tujuh Detik di Bronx:  Teknik Membaca Pikiran. Sesuai dengan judulnya, pada bagian ini Gladwell menguraikan teknik membaca pikiran orang lain berikut contoh-contoh kasusnya. Dengan membedah FACS, Gladwell menyimpulkan bahwa salah satu cara membaca pikiran orang lain adalah dengan memahami mimik atau ekspresi wajah orang tersebut.

Selain berguna sebagai alat membaca pikiran,  FACS juga membantu para animator dalam membuat tokoh-tokoh  dalam film animasi menjadi tampak ‘manusiawi’. Terutama ketika tokoh-tokoh tersebut mengekpresikan perasaan melalui  wajahnya.

Paul Ekman, penemu FACS. Jika ingin tahu lebih banyak tentang FACS bisa dilihat di www.paulekman.com

Paul Ekman, penemu FACS. Jika ingin tahu lebih banyak tentang FACS bisa dilihat di http://www.paulekman.com

FACS yang merupakan temuan dalam bidang psikologi berperan dalam mewujudkan ‘kemanusiawian’ karakter tokoh animasi yang khas seperti Shrek. Rincian tentang aneka ragam ekpresi dan kombinasi gerak wajah yang ada dalam FACS menjadi semacam referensi dalam pembuatan karakter tokoh dalam beberapa film animasi.

Penerapan temuan di bidang psikologi dalam pembuatan film animasi menunjukkan bahwa teknologi (animasi) saja tidak cukup untuk membuat film animasi yang bagus. Para pengggarap film itu memerlukan dukungan dari bidang keahlian atau ilmu lain dalam merakit karyanya. Kombinasi teknologi animasi dan temuan-temuan penting dalam bidang ilmu seperti psikologi itulah yang mendukung terlahirnya sebuah film animasi yang menarik untuk ditonton.

Jika ingin tahu lebih banyak tentang FACS bisa dilihat di www.paulekman.com. Gambar Shrek diambil dari http://www.dan-dare.org

2 thoughts on “Psikologi untuk Membaca Pikiran dan Pembuatan Film Animasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s