Internet untuk Kemajuan Desa

Acep Muslim
ict4d-300dpiforprintBermacam kegunaan yang dimiliki Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) oleh banyak kalangan diyakini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan masyarakat, termasuk di dalamnya untuk pengembangan ekonomi, sosial, dan pendidikan. Dengan keyakinan itu, pemerintah, lembaga donor internasional, hingga LSM-LSM lokal, mulai menggalakan program-program pembangunan dan pengembangan masyarakat dengan memanfaatkan TIK.  Konsep pembangunan dengan memanfaatkan TIK ini dikenal juga dengan istilah ICT4D (Information and Communication Technology for Development) atau teknologi informasi dan komunikasi untuk pembangunan.
Salah satu bentuk dari program berdasarkan konsep ICT4D itu adalah program penyediaan akses teknologi informasi dan komunikasi, terutama internet, ke berbagai institusi dan berbagai daerah. Di Indonesia, salah satu program penyediaan akses internet yang dilaksanakan pemerintah untuk daerah-daerah itu adalah program Desa Punya Internet (Desa Pinter). Melalui program-program seperti Rumah Pinter itu, dalam satu atau dua tahun ke depan, pemerintah menargetkan seluruh desa yang ada di Indonesia sudah memiliki akses internet.
Internet dan Masyarakat
Di sisi teknologi, asumsi umum yang mendasari program penyediaan akses internet di berbagai daerah itu adalah bahwa internet dapat memberi manfaat terhadap masyarakat, termasuk dalam mendukung kegiatan ekonomi mereka yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tersebut. Penduduk desa yang menghasilkan produk tertentu, misalnya, bisa memasarkan produknya lewat internet sehingga dapat menjangkau pasar lebih luas. Di sisi masyarakat, program ini mengasumsikan bahwa internet memang dibutuhkan oleh masyarakat di berbagai daerah itu. Mereka dianggap telah siap menerima dan  mampu menggunakan teknologi itu untuk mendukung kegiatan keseharian mereka.
Akan tetapi, internet, seperti juga teknologi lain, memiliki karakter dan potensi yang efek penggunaannya tidak dapat diprediksi dan diantisipasi secara enteng. Sementara itu, masyarakat yang menjadi sasaran program itu pun merupakan realitas plural dan kompleks yang tidak cukup ditimbang secara kuantitatif dan disikapi secara pukul-rata. Pertemuan antara masyarakat yang plural dan kompleks dengan teknologi internet dengan beragam karakter dan potensinya dapat melahirkan banyak kemungkinan yang tidak selalu positif dan sesuai harapan.
Hasil penelitian penulis di salah satu program pilot project  penyediaan internet di perdesaan menunjukkan bahwa alih-alih digunakan oleh masyarakat untuk mendukung kegiatan ekonomi atau pendidikan, internet malah digunakan oleh para remaja untuk keperluan hiburan. Para remaja itu adalah generasi digital natives yang dari segi keterampilan lebih siap menerima dan menggunakan internet. Di sekolah, mereka telah mengenal komputer dan internet. Keseharian mereka pun tidak lepas dari benda-benda elektronik seperti telepon seluler yang terhubung ke internet atau pemutar musik digital. Adapun anggota masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ekonomi di desa-desa itu banyak yang belum mengenal komputer sama sekali, apalagi menggunakannya. Saya bertanya pada salah seorang penduduk yang bermatapencaharian sebagai petani, mengapa ia tidak menggunakan fasilitas internet yang sudah tersedia di desanya. Ia menjawab, “sieun kasetrum..”
Dalam perspektif teori kultural mengenai efek media terhadap masyarakat, dampak suatu media bagi masyarakat sangat dipengaruhi oleh latar belakang dari masyarakat itu, termasuk latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya. Dalam konteks Indonesia, adalah naif jika membayangkan bahwa berbagai kelompok masyarakat di Indonesia memiliki latar belakang pengetahuan, ekonomi, atau budaya yang seragam sehingga intervensi suatu teknologi dengan cara yang sama kepada berbagai kelompok masyarakat itu akan berdampak serupa dan positif belaka.
Yang Jangan Dialpa
Internet tidak akan begitu saja mengubah seseorang yang tidak punya apa-apa menjadi punya apa-apa. Ada prakondisi yang mesti dipenuhi agar seseorang atau masyarakat dapat memanfaatkan internet untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Tingkat pendidikan, literasi, dan, secara spesifik, kemampuan dalam mengoperasikan komputer adalah beberapa di antaranya. Lebih jauh, agar internet dapat dimanfaatkan secara optimal, diperlukan kemampuan untuk mengkonversi informasi dari internet menjadi ide yang bersifat aplikatif bagi penggunanya. Untuk itu, sosialisasi saja tidak cukup. Jika program penyediaan akses internet adalah satu program penting, maka sama pentingnya melaksanakan suatu program untuk mempersiapkan masyarakat agar siap dan dapat menggunakan fasilitas internet itu dengan optimal.
Khusus dalam kegiatan ekonomi, kepemilikan usaha, modal, atau lahan di masyarakat amat penting agar internet bisa digunakan untuk mendukung kegiatan ekonomi mereka. Ini soal skala prioritas. Apa pula yang bisa dilakukan para petani gurem dengan internet yang tersedia di desanya? Untuk mereka, memiliki sepetak lahan jelas lebih penting daripada seperangkat komputer lengkap dengan akses internetnya. Artinya, internet belum menjadi prioritas kebutuhan bagi kelompok masyarakat ini.
Demi memajukan masyarakat perdesaan, program penyediaan akses internet tidak bisa berdiri sendiri. Ia mesti dibarengi atau didahului oleh program pemberian hak-hak dasar  dan layanan masyarakat seperti  kepemilikan lahan, layanan kesehatan, pendidikan, serta infrastruktur yang memadai dan merata. Tanpa hal tersebut, internet bisa jadi hanya akan meningkatkan taraf hidup anggota masyarakat yang pada dasarnya sudah lebih mapan dari rata-rata anggota masyarakat lain; misalnya mereka yang berpendidikan relatif tinggi atau punya harta atau kuasa di daerah itu. Jika begini, alih-alih mengurangi masalah kesenjangan sosial dan kesenjangan digital (digital divide), program internet untuk perdesaan malah dapat meruncingkan kesenjangan-kesenjangan itu.[]
Gambar diambil dari sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s